X

Siswa MTS Asthoffaina Yayasan AR-Ridha Mendapat Pelatihan Baca Al’Quran Dari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Medan, 04 Desember 2021-Matawaktu.co.id | Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan program pengabdian  masyarakat di Desa Sidomulyo, Biru-Biru, Deli Serdang, baru-baru ini.Kegiatan ini merupakan kontribusi UMN Al-Washliyah untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan agama  agar lebih baik ke depannya.

            Demikian Ketua Program  Pengabdian Masyarakat  UMN Al-Washliyah, Dr. Anwar Sadat Harahap, S.Ag. M.Hum yang beranggotakan Drs. Dalyanto, M.Pd didampingi Dosen Fakultas Farmasi, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi selaku tim yang juga melakukan Pengabdian Masyarakat

            Anwar Sadat Harahap menjelaskan bahwa tiga tahun terakhir ini, kondisi kemampuan siswa kelas II Madratsah Tsanawiyah Asthoffaina dalam mempraktekkan ibadah dan membaca ayat-ayat Al Qur`an sudah sampai pada taraf yang cukup memprihatinkan. Pasalnya, sebagian besar dari mereka belum mampu membaca Al Qur`an dengan baik sesuai ketentuan ilmu Tajwid. Artinya, sebagian besar dari mereka belum mampu membedakan antara bacaan pendek dan panjang, belum mampu menterjemahkan ayat-ayat yang diajarkan kepadanya dan lain sebagainya. Kemampuan siswa, rata-rata hanya sampai pada taraf mengeja atau menyambung beberapa huruf saja. Kalaupun ada yang mampu membaca dan memahami sebagian ayat Al Qur`an, jumlahnya sedikit sekali, yakni rata-rata 35% dari 30 siswa setiap kelas.

Kegiatan tahap pelaksanaan adalah membuat scenario pembelajaran dengan meningkatkan frekuensi latihan dalam materi ibadah pada pelajaran agama islam. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika dilakukan peningkatan frekuensi praktek dalam materi ibadah, seperti pelaksanaan sholat, berwudu, tayammum dan lainnya. Kegiatan tahap pelaksanaan tindakan adalah melaksanakan scenario pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Kegiatan tahap observasi dilaksanakan terhadap proses belajar-mengajar dengan menggunakan lembar observasi dan pengamatan langsung dilapangan. Kegiatan refleksi adalah merupakan tahap analisis yang dilakukan terhadap quiz, tes dan lembar observasi. Luaran dari pengabdian masyarakat adalah meningkatnya kemampuan praktek Ibadah dan baca Siswa Madrastah Tsanawiyah Asthoffaina dalam Pembelajaran Al-Qur’an dengan Memanfaatkan Komputer sekaligus Fakultas Hukum Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah berkontribusi dengan memberi pelatihan dan pendampingan kepada siswa. Untuk mengatasi masalah sulitnya siswa dalam menulis dan memahami makna bacaan ayat-ayat Al Qur`an yang diajarkan kepadanya, perlu dilakukan proses pembelajaran Al Qur`an dengan menggunakan bantuan komputer atau lebih dikenal dengan istilah computer assested instruction (CAI). Cara mempergunakan komputer tersebut adalah: (1). Untuk mempelajari dan membedakan beberapa macam nada panjang dan pendek, didesain dan direkam terlebih dahulu dalam CD tentang pengucapan huruf hijaiyah yang benar dan cara membedakan antara bacaan panjang dan pendek. Untuk bacaan pendek, akan didengar nada ketukan satu kali di layar komputer. Untuk bacaan panjang satu alif, didengar nada ketukan dua kali. Untuk bacaan panjang dua alif, didengar nada ketukanempat kali dan bagi bacaan tiga alif, didengar nada ketukan enam kali. Sambil mendengar dan melihat tampilan dalam layar komputer, siswa disuruh secara bersamaan mempraktekkan gerakan sebagaimana diperagakan dalam komputer dengan menggunakan alat ketukan. Bagi bacaan satu alif dilakukan ketukan satu kali. Bagi bacaan dua alif dilakukan ketukan empat kali dan begitu seterusnya. (2). Dalam setiap penyajian materi, ditampilkan tulisan ayat-ayat Al Qur`an sekaligus terjemahannya dalam layar komputer, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami makna bacaan ayat-ayat     Al Qur`an yang diajarkan kepadanya.



Dosen Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum  UMN Al-Washliyah, Dr. Anwar Sadat Harahap, S.Ag M.Hum, M.Hum Melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan materi Meningkatkan Kemampuan Praktek Ibadah dan Baca Siswa Madrastah Tsanawiyah Asthoffaina dalam Pembelajaran Al-Qur’an dengan Memanfaatkan Komputer di Yayasana Ar –Ridha Desa Sidomulyo Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Pembelajaran Al Qur’an dengan menggunakan alat komputer ini, dimaksudkan selain untuk memudahkan siswa dalam membedakan antara bacaan pendek dan bacaan panjang atau pengucapan huruf hijaiyahnya, juga guru akan aktif memperbaiki kesalahan-kesalahan membaca yang dilakukan siswanya. Sestem pembelajaran semacam ini juga mengandung unsur permainan, sehingga dapat meningkatkan gairah dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Al Qur’an itu sendiri. Oleh karenanya, pembelajaran Al Qur’an dengan menggunakan komputer/CAIini, perlu dikembangkan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang akan dilaksanakan oleh dosen dan berkolaborasi dengan dua orang guru yang mengampu mata pelajaran Al Qur`an. Upaya memperbaiki kesalahan membaca dalam pembelajaran Al Qur`an bagi siswa MTS adalah sangat penting sekali. Sebab, seusia mereka masih mudah ditempa dan diajari. Berbeda halnya dengan orang yang sudah dewasa atau sudah tua, selain sulit diajari, mereka juga sudah malas atau malu belajar membaca Al Qur`an. Untuk itu, pembelajaran Al Qur`an sejak usia dini dengan bantuan komputer, amat penting dan mendesak dilakukan, demi terciptanya generasi bangsa yang berilmu, beriman dan bertaqwa.Siswa MTS Asthoffaina dijadikan sebagai tempat penelitian, disebabkan mata pelajaran Al Qur’an-Hadist merupakan   salah satu  mata pelajaran wajib bagi mereka dan menjadi bagian dari kurikulum nasional.

Siswa MTS Asthoffaina

Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu siswa kelas II Madrastah Tsanawiyah (MTS) Asthoffaina dalam praktek ibadah dan mengasa kemampuan membaca ayat-ayat Al Qur`an yang terkandung di dalam praktek ibadah agar sesuai dengan ketentuan ilmu Tajwibnya. Selama ini nilai praktek ibadahnya tergolong rendah dan kurang kompeten. Hal ini dapat dibuktikan melalui nilai praktek ibadah siswa kelas II MTS Asthoffaina rata-rata 7. Nilai ini dalam mata pelajaran praktek ibadah tergolong rendah. Nilai yang baik dalam praktek ibadah minimal 8 – 10; Selain itu mereka juga kurang mampu memahami makna ayat-ayat Al Qur`an yang terkandung dalam praktek ibadah itu sendiri.

            Kedepannya diharapkan bisa menjalin kerjasama antara Yayasan Ar-Ridha dengan Fakultas Hukum UMN Al-Washliyah dengan menjadikan Guru dan Siswa di Yayasan Ar-Ridha dapat berkolaborasi dengan Dosen Fakultas Hukum, untuk mendapatkan pendampingan  dalam meningkatkan nilai praktek ibadah siswa (Anwar Sadat Harahap)

Categories: Pendidikan
Admin Matawaktu: