X

Menyiapkan Wirausaha Muda Peduli Pertanian di Lingkungan SMK Swasta Al-Washliyahn 3 Medan

Medan, Matawaktu – Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan. Kegiatan ini merupakan kontribusi UMN Al-Washliyah untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Dunia Pendidikan agar lebih baik ke depannya, 2 Nopember 2023.

Demikian Ketua Program Pengabdian Masyarakat UMN Al-Washliyah, Dr. Leni Handayani, SP, MSi didampingi Dosen Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan selaku tim yang juga melakukan Pengabdian Masyarakat

Leni menjelaskan bahwa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah bermaksud mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab permasalahan krisis wirausaha muda bidang pertanian di Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat merupakan hal yang wajib dilaksanakan di samping kegiatan pengajaran dan penelitian. Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pembinaan wirausaha hidroponik sayuran pada siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan.

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membuka wawasan siswi SMK untuk mengembangkan usaha lebih awal, sehingga muncul kecintaan mereka terhadap bidang usaha yang ditekuni nantinya setelah tamat dari SMK. Di harapkan kegiatan pengabdian ini akan menghasilkan pengembangan kurikulum merdeka belajar.

Permasalahan pola pikir lulusan SMK yang lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik menunjukkan minimnya minat lulusan terhadap wirausaha sebagai pengembangan karir. Ada beberapa hal yang dinilai menjadi penghambat lulusan untuk dapat mengaktualisasikan keahliannya dalam kewirausahaan, yaitu : 1). Rasa takut gagal dan ragu untuk memulai usaha

2). Anggapan siswa dan wali murid tentang kebutuhan modal yang cukup besar untuk memulai bisnis sederhana.

3). Minimnya pengetahuan siswa terhadap ilmu manajemen, pemasaran dan keuangan dalam lingkup kewirausahaan Permasalahan rasa takut dan ragu untuk memulai usaha merupakan bentuk ketidak percayaan diri siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan dalam bidang kewirausahaan.

Kepercayaan diri untuk berwirausaha dapat ditumbuhkan dengan membiasakan diri untuk berusaha, mengetahui potensi bisnis, serta cerita – cerita sukses tentang perjuangan seorang pelaku bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan kegiatan motivasi bisnis dalam lingkup “entrepreneurship education”. Program pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan utama untuk membekali siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan dengan pengetahuan fungsional dan keterampilan untuk membangun karakter, sikap dan visi mereka dalam merancang dan mengembangkan bisnis.

Peran guru sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Selain berperan mendidik generasi penurus bangsa, maka guru juga berperan sebagai agen pembangun wirausaha mandiri (motivator). Guru berperan sebagai contoh untuk anak didiknya sebagai wirausaha sekaligus berbagi info kepada siswa tentang arti pentingnya wirausaha mandiri dan bagaimana agar bisa menjadi wirausaha mandiri yang berhasil. Guru bertanggung jawab untuk mendorong siswanya melakukan kegiatan pembelajaran tentang kewirausahaan, memberikan pembekalan teori dan praktek yang akan berguna bagi siswa di masa yang akan datang. Guru bertanggung jawab siswanya menjadi produktif. Luaran dari pengabdian masyarakat yaitu menyiapkan wirausaha muda yang peduli terhadap pertanian.

Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi 2 kagiatan entrepreneur education terkait bidang pertanian dengan pendampingan budidaya sayuran hidroponik. pertama diselenggarakan dengan sasaran siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan sebagai mitra pengabdian. Kegiatan entrepreneurship education pada siswa bertujuan untuk membangun karakter, sikap dan visi mereka dalam entrepreneurship. Kedua dilakukan dengan sasaran peserta yakni tenaga pengajar mitra pengabdian. Tujuan utama pada kegiatan ini yakni membentuk pembimbing kewirausahaan yang dapat menciptakan kurikulum kewirausahaan (solid interpreneurship curriculum) sesuai dengan karakteristik mahasiswa.

Meningkatnya motivasi saja masih belum cukup membuat siswa dapat bertahan dan terus menggeluti kewirausahaan. Diperlukan praktek kongkrit dalam kewirausahaan itu sendiri sehingga siswa dapat mengetahui tentang kesulitan dan hasil yang mereka dapat. Kesulitan yang nantinya membawakan hasil akan semakin mengokohkan siswa tersebut untuk terus menekuni kewirausahaan yang dia lakukan. Berdasarkan hal; tersebut maka melengkapi sekaligus menjaga keberlangsungan minat siswa terhadap wirausaha pertanian, maka perlu adanya penyesuaian kurikulum kewirausahaan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep kewirausahaan juga harus dimiliki oleh tenaga pengajar. Materi mengenai konsep kewirausahaan dengan tujuan mendorong siswa untuk memulai bisnis pemula (Start Up) bidang pertanian.

Adanya cita – cita menjadi Wirausahawan setelah kegiatan PKM menuntukkan adanya minat siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan untuk terjun dalam bidang Wirausaha. Hal tersebut merupakan dampak dari kegiatan entrepreneurship meskipun masih belum mendominasi pilihan cita – cita siswi SMK SwastabAl-Washliyah 3 Medan. Rencana kegiatan seteah lulus masih didominasi (91%) oleh rencana melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Kuliah). Hanya 8% yang ingin memulai berwirausaha dan 1% yang ingin untuk bekerja. Hal ini menunjukkan kemauan untuk belajar yang tinggi terlepas dari latar belakang keluarga siswa. Dari kegiatan yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Siswi SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan sebagai Mitra Pengabdian memiliki minat untuk terjun dalam dunia Wirausaha; Pembimbingan Kewirausahaan dalam lingkup kurikulum pengajaran merupakan hal baru bagi SMK sehingga memerlukan pembimbingan khusus dan lebih intens; Kemauan untuk terus belajar ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi membuat Siswa SMK memilih untuk melanjutkan kuliah setelah lulus studi SMK.

Kepala Sekolah SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan Dra. Nurcahaya, MPd sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa diharapkan SMK berperan aktif dalam menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja. Wirausahawan tidak hanya menyelesaikan masalah dalam lingkup bisnis mereka sendiri tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat .(Zulkifli)

Categories: Pendidikan
Redaksi Matawaktu: