X

PEDAGANG PASAR KAMPUNG LALANG RESAH, WALIKOTA MEDAN HARUS EVALUASI KINERJA DIRUT PUD PASAR KOTA MEDAN

Medan, Matawaktu.co.id
Pedagang Pasar Tradisional Kampung Lalang saat ini resah dengan adanya kebijakan direksi PUD Pasar kota Medan yang akan mengalihkan pengelolaan mulai dari jaga malam dan parkir di Pasar Kampung Lalang dengan pihak yang lain, Rabu 02/04/26.

” Kami pedagang di sini sudah nyaman dengan pengelolaan yang ada saat ini di Pasar Kampung Lalang, kenapa harus di alihkan sama pihak yang lain” kata Boru Ginting pedagang Pasar Kampung Lalang.

” Jangan lah ini di lakukan direksi dengan mengganti pengelola yang baru, karena yang lama sudah baik dalam menjaga pasar kami ini, kami takut kejadian seperti di Pasar Sukaramai yang viral baru baru ini, ungkap Boru Ginting lagi

” Sejak pasar ini di kelola oleh pihak yang sekarang ini, yang namanya premanisme, atau kutipan liar itu sama sekali tidak ada karena pasar ini terus di jaga 24:jam oleh pengelola yang lama , dan kami pun merasa aman dan terlindungi di Pasar ini, tidak pernah ada keributan apapun di pasar kami ini, kata Boru Ginting yang di Amini oleh pedagang yang lain.

” Kami heran dengan kebijakan direksi yang ada saat ini, alih alih memperbaiki pasar atau menertibkan pedagang kaki 5 di depan pasar kami, koq malah menciptakan ruang konflik di dalam pasar kami dengan rencana mengganti pengelola yang selama ini sudah dekat dengan pedagang ” kata pedagang lagi.

” Kami meminta walikota Medan mengevaluasi lah kinerja Dirut PUD Pasar Kota Medan yang sejak di Lantik belum ada kinerja yang terstruktur dan konsep bagaimana membangun pasar yang baik dan memiliki daya saing , malah menciptakan ruang konflik yang akhirnya mengganggu Kamtibmas di Pasar Kampung Lalang ” kata salah seorang pedagang sayur bermarga Pardede.

Di ketahui kebijakan direktur utama PUD Pasar Kota Medan yang ada saat ini sama sekali tidak mau mendengar saran dan pendapat direksi yang lain dan terkesan arogan dalam menjalankan tupoksinya selaku pimpinan di BUMD milik Pemko Medan.

Ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Dedi Harvisyahari mengatakan bahwa keberadaan pasar tradisional ini harus juga menciptakan kearifan lokal di mana antara pengelola pasar dalam hal ini PUD Pasar Kota Medan harusnya melibatkan masyarakat setempat atau pengelola yang selama ini juga berkontribusi kepada perusahaan dan kepada pedagang yang saat ini sudah nyaman.

” Saya rasa bila direksi mau menaikkan pendapatan terhadap pengelolaan ya silahkan, dan tentunya dengan perhitungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak , namun jangan di alaskan pada hal hal yang justru tidak memiliki korelasi seperti ada nya temuan BPK terkait pengelolaan, lha yang melakukan cek potensi dari perusahaan sendiri, di mana ada temuannya? Toh para pengelola tetap mengikuti regulasi dari hasil perhitungan / cek potensi yang dikeluarkan oleh perusahaan, Kata Dedi Harvisyahari heran.

” Seharusnya direksi atau Dirut memanggil para pengelola untuk bermusyawarah terkait berbagai aspek dalam pengelolaan, bukan malah membuat kebijakan yang akhirnya berujung dengan keributan seperti di Pasar Sukaramai yang sudah ada korban dan tentunya ini mengganggu Kamtibmas dan jujur sangat meresahkan pedagang pasar ,” kata Dedi Harvisyahari .

” Kalau hal ini ( kebijakan direksi ) terus seperti ini maka kami seluruh pedagang pasar akan turun ke jalan lagi lah, kami mau nyaman dan saat ini sudah nyaman, kenapa harus terjadi konflik yang justru di ciptakan oleh direksi PUD Pasar Kota Medan, tentunya sebagai organisasi pedagang kami juga punya hak untuk nyaman dan aman, terkait kebijakan direksi kami juga meminta agar untuk saat sekarang ini saya minta jangan main api lah para direksi ” tegas Dedi.

Ketika di tanya apakah isu pihak ketiga yang di ganti ini menjadi statement organisasi, Dedi mengatakan bahwa tentunya aspirasi pedagang akan kami bawa ke walikota Medan, karena amanat walikota Medan kepada direksi yang terpilih kemarin adalah menciptakan ruang kebersamaan dan mengajak pihak ke tiga untuk berkolaborasi untuk membangun pasar yang lebih berdaya saing tinggi, bukan mengganti yang sudah ada dengan pihak yang lain, kata Dedi.

” Saya menyesalkan kejadian yang terjadi di Pasar Sukaramai, dan tentunya ini menjadi tanggung jawab kami juga selaku organisasi pasar yang ada, karena kenyamanan dan keamanan pasar di saat seperti ini harus tetap terkendali, dan saya meminta agar Direksi PUD Pasar Kota Medan jangan kaku dan merasa besar, karena sekali pedagang bergerak , saya yakinkan Medan ini akan tidak kondusif”, kata Dedi Mengakhiri.(Junaidi)

Categories: News
Tags: Pasar
Redaksi Matawaktu: