X

Selamat Jalan Raja, Gemot mengambil Nyawamu

Foto : Gambar ilustrasi dibuat dengan AI Image Generator.

Namorambe, Matawaktu.co.id – Selamat Jalan Raja, semoga kamu tetap menjadi anak baik dan ditempatkan di surga, amin ya Allah, suatu kalimat terakhir dari seseorang sahabat kecilmu Raja. Peristiwa kematian si Raja terdengar saat Toa Masjid Aisyah Abdullatif Farah, Kuta Tualah, Kec. Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mengumumkan berpulangnya ke sisi Tuhan yang maha Esa dan Masjid ini juga yang menjadi saksi bisu, Raja di sholatkan. 18 Juli 2026.

 

Cerita nyata kematian Raja menjadi tanda tanyak besar karena waktu yang terlalu singkat terjadinya, sahabat kecil yang bersama Raja bercerita dari awal peristiwanya, malam minggu 11 juli 2026 membawa mereka kesuasana anak yang cinta sepakbola ingin menyaksikan semifinal antara Spanyol vs Belgia dengan berkendara sepeda motor Yamaha Vega, dengan mengisi minyak seadanya.

 

Suasana ingin menonton bola tersebut, membawa mereka berkumpul dan nongkrong di Kesawan Medan, karena sudah larut malam mereka pulang menuju Namorambe, peristiwa terjadi sepanjang jalan Kayu Embun, Kecamatan Namorambe, Segerombolan Geng Motor (Gemot) tiba tiba muncul di belakang mereka. Terjadilah peristiwa penendangan sepeda motor yamaha vega mereka, dan terjadi juga penembakan menggunakan jari jari besi pada perut Raja. Peristiwa ini terjadi sepanjang jalan Kayu embun sampai jalan besar namorambe. Jalan Kayu Embun merupakan salah satu titik paling rawan di Namorambe karena minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan sangat sepi saat malam hingga subuh hari.

 

Kondisi luka dan lebam membuat Raja tidak berani pulang kerumah, namun dia tinggal di rumah temannya. Kondisi ini menambah buruk kesehatan, setelah belalu satu hari, baru pada 14 juli 2026 Raja dibawa ke Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Jl. Jenderal Besar A.H. Nasution No.7, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan. Dan mendapat layanan operasi. Namun pada hari sabtu 18 Juli 2026 pukul 11:00 nyawa Raja sudah dipanggil yang kuasa, dengan usia muda 16 tahun 10 hari (lahir 08 Juli 2010).

 

Bagi masyarakat bila ada hal seperti geng Motor atau Begal sebaiknya segera gunakan layanan 110 dari kepolisian, agar bisa dicegah sedini mungkin, dan ada catatan Kepolisian peristiwa yang terjadi. layanan masyarakat ini merupakan bentuk pengabdian Polri bagi Masyarakat. Peran serta aktif masyarakat sangat dibutuhkan bagi Kepolisian agar dapat menindaklanjutkan pengaduan dan mencari pelaku pelaku yang meresahkan masyarakat umum, Bila ada pelaporan peristiwa ini, maka Kepolisian wajib untuk mencari Geng Motor (Gemot) tersebut. Korban atau pihak keluarga sangat disarankan untuk segera membuat laporan resmi ke Polsek Namorambe atau Polresta Deli Serdang agar petugas dapat melacak pergerakan geng motor melalui pengecekan plat nomor, saksi sekitar, atau rekaman CCTV jika ada.

(Zulkifli)

Categories: Daerah
Tags: BegalGemot
Redaksi Matawaktu: