MEDAN, Matawaktu.co.id – Tim Cegah Densus 88 Anti Teror (AT) Polri Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara menggelar kegiatan sosialisasi preventif di lingkungan pendidikan. Kegiatan edukasi kamtibmas ini berlangsung di MTs Negeri 2 Medan pada hari ini, Rabu (2/9/2026), dimulai tepat pukul 07.20 WIB.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada para pelajar agar terhindar dari pengaruh intoleransi, radikalisme, serta ancaman kejahatan berbasis digital yang terus berkembang menyasar usia remaja.
Dalam pemaparannya, Tim Cegah Satgaswil Sumut memberikan perhatian khusus pada pergeseran tren ancaman di dunia maya, termasuk bahaya paham Nihilistic Violent Extremism (NVE) dan fenomena True Crime Community (TCC). Berbeda dengan pemahaman umum, TCC di ranah digital kini telah berkembang menjadi komunitas daring yang mengagumi pelaku kejahatan serius atau pembunuhan massal. Komunitas ini dinilai berbahaya karena dapat mengikis empati dan memicu radikalisasi mandiri pada anak-anak melalui glorifikasi kekerasan.
Selain itu, tim juga menyoroti kerentanan interaksi pada beberapa platform game online populer, salah satunya adalah Roblox. Saat ini, platform tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah universe virtual baru yang minim sekat pembatas usia.
“Di dalam ekosistem dunia virtual seperti Roblox, anak-anak di bawah umur dapat berinteraksi secara bebas dengan orang dewasa asing tanpa verifikasi identitas yang aman. Bahkan, ditemukan ruang-ruang simulasi atau roleplay yang tidak sesuai usia, seperti simulasi pernikahan hingga aktivitas kedewasaan lainnya. Ini menjadi celah terjadinya manipulasi psikologis (online grooming) dan paparan konten negatif yang mengancam keselamatan anak,” jelas perwakilan Tim Cegah Satgaswil Sumut.
Melalui edukasi ini, para siswa diingatkan agar tidak menjadikan kekerasan sebagai tren, serta lebih ketat dalam menyaring pertemanan di dunia virtual. Penegasan ini murni disampaikan demi melindungi masa depan pelajar sebagai aset bangsa, dengan mendorong mereka fokus pada pendidikan dan mematuhi hukum yang berlaku.Pihak sekolah MTsN 2 Medan mengapresiasi penuh langkah preventif dari Tim Cegah Densus 88 AT Polri. Sosialisasi ini dinilai membuka mata para guru dan siswa akan pentingnya literasi digital yang aman serta perlunya pengawasan bersama terhadap aktivitas anak di ruang siber.
(M Paulina)