Medan, Matawaktu.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kota Medan melakukan rapat yang di Pimpin Wakil Ketua Bidang Riset, Tekhnologi, Badan Pemenangan Pemilu dan Strategi DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan Abangda Sudarma Emdi. Selasa 14 Oktober 2025.
Turut hadir Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan Abangda Ismail Harun Sanjaya, ST.,MM, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga Suyanto, ST, Wakil Ketua Bidang Badan Tanggap Bencana Abangda Irwansyah beserta para pengurus Bidang Riset, Tekhnologi dan Bidang Badan Pemenangan Pemilu dan Strategi.
Dalam hal ini Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan menyampaikan arahannya dalam rapat tersebut agar Bidang Riset, Tekhnologi, Badan Pemenangan Pemilu dan Strategi mulai bekerja membuat riset, penelitian, analisis dan program kerja yang strategis dalam memenangkan Partai Gelora Indonesia Kota Medan di Tahun 2029.
Tujuan dari pembahasan pemenangan pemilu yang disampaikan ini karena Tidak ada satu pun strategi pemenangan pemilu terbaik yang berlaku untuk semua kondisi, karena strategi yang efektif sangat bergantung pada berbagai faktor seperti:
1. Jenis Pemilu: (Presiden, Legislatif, Kepala Daerah)
2. Karakteristik Pemilih: (Demografi, Geografis, Preferensi)
3. Konteks Politik dan Sosial: (Isu yang berkembang, situasi ekonomi)
4. Kandidat dan Partai: (Kekuatan, kelemahan, personal branding, sumber daya)
Namun, strategi pemenangan yang efektif umumnya mencakup elemen-elemen kunci berikut:
1. Riset dan Analisis Data yang Mendalam
Survei dan Pemetaan: Melakukan survei berkala untuk memetakan perilaku, preferensi, dan isu yang paling penting bagi pemilih.
Analisis Dapil/Wilayah: Memahami karakteristik unik di setiap daerah pemilihan, termasuk tokoh lokal, ikatan ideologis, dan basis massa.
Analisis SWOT: Mengidentifikasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses) kandidat/partai, serta Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dari lawan.
2. Penentuan Positioning dan Branding yang Tepat
Ciptakan Citra Positif: Membangun personal branding yang kuat dan kredibel, serta mudah diingat (top of mind) oleh masyarakat.
Slogan dan Pesan: Merumuskan pesan kampanye yang jelas, relevan, dan menjawab kebutuhan/aspirasi masyarakat.
3. Ground Campaign (Strategi Perang Darat)
Mobilisasi Massa dan Door-to-Door: Melakukan kampanye tatap muka langsung, menyapa pemilih dari rumah ke rumah, dan terlibat dalam kegiatan komunitas/keagamaan.
Penguatan Jaringan: Membangun dan mengkonsolidasikan jaringan partai politik, tim sukses, relawan, tokoh masyarakat, dan organisasi pendukung hingga ke tingkat paling bawah.
Manajemen Saksi: Memastikan pengawalan dan pengamanan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar perolehan suara akurat.
4. Air Campaign (Strategi Perang Udara/Media)
Pemasaran Politik (Political Marketing):
Pull Marketing: Fokus pada pembentukan citra positif dan penggunaan media massa/media sosial untuk menjangkau audiens yang luas.
Push Marketing: Mendorong pemilih untuk datang ke bilik suara dan memilih kontestan tertentu (melalui dorongan rasional dan emosional).
Pass Marketing: Memanfaatkan influencer atau tokoh yang memiliki pengaruh untuk memengaruhi opini publik.
Pemanfaatan Media Digital: Menggunakan media sosial untuk membangun branding, menyampaikan pesan, berinteraksi dengan pemilih (terutama Gen Z dan Milenial), serta melakukan analisis sentimen.
5. Logistik dan Sumber Daya
Manajemen Sumber Daya: Mengelola sumber daya finansial, material, dan manusia secara efisien dan efektif.
Tim yang Solid: Membentuk tim kampanye yang terorganisir, loyal, dan mampu bekerja sama.
Intinya, strategi terbaik adalah strategi yang terintegrasi antara kerja di lapangan (ground campaign), penggunaan media massa dan digital (air campaign), didukung oleh data yang akurat dan tim yang solid, serta memiliki pesan yang relevan bagi pemilih. (Zulkifli)

