Medan, Matawaktu.co.id – Masyarakat Pedagang Pasar Berharap kedepannya para direksi Perumda Pasar Kota Medan yang Baru di Lantik oleh walikota Medan dapat meningkatkan pelayanan dan perbaikan pasar-pasar tradisional di kota Medan, Rabu 07/01/2026.

Harapan ini di sampaikan oleh tokoh pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan ,H.Erwin Piliang selaku Penasehat, H.Mefral Lubis , H.Gusni Zanil dan H.Gustamar Manday di Pusat Pasar.

” Walikota Medan sudah tepat memilih sosok sosok direksi yang mempunyai talenta dan program kerja yang nantinya dapat membawa perubahan di pasar pasar tradisional di kota Medan, Kata H.Erwin Piliang

Komposisi direksi yang ada hari ini sudah cukup untuk membidangi keperluan pasar dan ini kita apresiasi setinggi tingginya kepada Walikota Medan yang sudah menekankan kepada direksi PUD Pasar kota Medan untuk segera bekerja dan turun ke pasar guna melihat dan memperbaiki tingkat pelayanan baik terhadap pedagang maupun terhadap konsumen pasar, Kata Haji Mefral Lubis.

Ketika di tanyakan adanya element yang mengkritisi kedudukan para direksi yang di anggap pesanan politik , Dedi Harvisyahari selaku ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan mengatakan bahwa jangan dulu memvonis dan mengada ada lah dulu, karena tentunya mereka yang di tunjuk walikota Medan tentunya sudah memiliki program perencanaan dan kita tunggu kinerja mereka.
Dan saat ini kondisi perumda pasar sudah mulai berbenah diri dan tokoh muda yang di tunjuk walikota Medan sebagai Dirut Perumda Pasar Kota Medan sudah mewakili generasi Z yang punya integritas yang mumpuni ,dan ini orang orang yang duduk di direksi yang lain seperti dirops,Direktur keuangan dan direktur SDM adalah orang orang pilihan yang tentunya tidak akan mengecewakan pedagang terkhususnya walikota Medan.

” Jadi tudingan yang sifatnya negative ini saya rasa tidak mewakili kami seluruh pedagang pasar tradisional di kota Medan, dan kami mengecam tudingan yang tidak berdasar ini dan di duga itu hanya pesanan semata dari mereka mereka yang justru tidak memiliki otoritas apapun di pasar pasar tradisional yang ada di kota Medan, Kata Dedi Harvisyahari mengakhiri.(Junaidi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *