Medan – Matawaktu.co.id,
Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMK Swasta Pangeran Antasari Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang (09/11/2022). Kegiatan ini merupakan kontribusi UMN Al-Washliyah untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Dunia Pendidikan agar lebih baik ke depannya.
Demikian Ketua Program Pengabdian Masyarakat UMN Al-Washliyah, Dr. Leni Handayani, SP, MSi didampingi Dosen Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan selaku tim yang juga melakukan Pengabdian Masyarakat
Leni menjelaskan bahwa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah bermaksud mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab permasalahan krisis wirausaha muda di Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat merupakan hal yang wajib dilaksanakan di samping kegiatan pengajaran dan penelitian. Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pembinaan wirausaha pada SMK jurusan tata busana. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membuka wawasan siswa SMK untuk mengembangkan usaha lebih awal, sehingga muncul kecintaan mereka terhadap bidang usaha yang ditekuni nantinya setelah tamat dari SMK. Di harapkan kegiatan pengabdian ini akan menghasilkan pengembangan kurikulum merdeka belajar. Peran guru sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Selain berperan mendidik generasi penurus bangsa, maka guru juga berperan sebagai agen pembangun wirausaha mandiri (motivator). Guru berperan sebagai contoh untuk anak didiknya sebagai wirausaha sekaligus berbagi info kepada siswa tentang arti pentingnya wirausaha mandiri dan bagaimana agar bisa menjadi wirausaha mandiri yang berhasil. Guru bertanggung jawab untuk mendorong siswanya melakukan kegiatan pembelajaran tentang kewirausahaan, memberikan pembekalan teori dan praktek yang akan berguna bagi siswa di masa yang akan datang. Guru bertanggung jawab siswanya menjadi produktif. Luaran dari pengabdian masyarakat dengan menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri kepada Siswa SMK Pangeran Antasari Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah berkontribusi dengan bidang keilmuannya yaitu Agribisnis sekaligus untuk mendukung program pemerintah yaitu mensejahterakan para pelaku UMKM
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membuka wawasan kepada Siswa SMK untuk dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Diharapkan program wirausaha akan memberi motivasi yang tinggi bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk dapat memulai usaha setelah lulus selain itu Tim Pengabdian Masyarakat akan memberi pemahaman dan pelatihan mengenai Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Kreatif dan Inovatif di SMK Swasta Pangeran Antasari.
Penanaman pengetahuan wirausaha ini bertujuan sebagai sarana untuk menanamkan karakter berwirausaha untuk siswa SMK serta bentuk keprihatinan dari pihak yayasan Pangeran Antasari akan rendahnya minat generasi muda terhadap dunia wirausaha. Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah bermaksud mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab permasalahan kurangnya minat siswa untuk memahami jiwa wirausaha.
Inovasi sangat penting karena terdapat beberapa alasan, yaitu: 1. Keberadaan teknologi yang berubah sangat cepat sejalan dengan munculnya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Untuk itu perlu menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru. 2. Dampak perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada ide/pemikiran kreatif yang menimbulkan inovasi. 3. Pasar/konsumen saat ini lebih menuntut pemenuhan kebutuhan. Adanya pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Untuk itu kemampuan berinovasi dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan pasar/konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan. 4. Adanya pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu. 5. Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan menciptakan posisi korporat yang lebih baik.
Fokus yang menjadi program pengabdian masyarakat ini yaitu membantu pihak sekolah Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari untuk menyediakan media ajar untuk muatan lokal kewirausahaan yang menjadi salah satu program unggulan sekolah SMK Swasta Pangeran Antasari serta meningkatkan keterampilan berpikir tentang wirausaha kepada Siswa SMK untuk menciptakan peluang dan mendorong tumbuhnya semangat wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri pada masyarakat Sumatera Utara terutama generasi muda, sebab para wirausaha inilah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, agar menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, sehingga pada gilirannya terciptalah pemerataan pendapatan di Sumatera Utara
Guru memegang peranan penting sebagai fasilitator dan motivator dalam melakukan pengembangan kewirausahaan kepada siswa untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa. Dengan pembelajaran kewirausahan yang diterima oleh siswa diharapkan dapat menyeimbangkan teori dan praktek tentang kewirausahaan dan dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Jika sekolah ingin siswanya memiliki minat yang tinggi terhadap kewirausahaan, maka peran guru yang kreatif dalam memberikan mata pelajaran kewirausahaan, memberikan bimbingan, dan memberikan pembinaan adalah harus guru yang dapat memberikan bahan dan metode pengajaran seorang entrepreneur yang berhasil.
Hingga saat ini, potensi dan alternatif untuk memecahkan permasalahan di atas tetap ada, pembinaan yang telah ada ialah pelatihan termasuk hardskill dan softskill. Padahal, tahapan pendampingan merupakan suatu hal dasar yang tidak bisa di lompati. Sebab apapun program pelatihan kerja yang dimiliki guru tidak akan berarti bagi banyak siswa jika belum adanya pendampingan dengan Tim Ahli belum tuntas. Bentuk penyelesaian permasalahan pendampingan ialah dengan pembinaan secara berkelanjutan kepada guru wirausaha. Faktanya pendekatan cara ini sebenarnya merupakan salah satu solusi tetapi tidak dapat digeneralisasi untuk semua guru dan tidak cukup untuk menghapus seluruh permasalahan pendampingan dikarenakan secara psikologis siswa di sekolah tidak semuanya memiliki minat berwirausaha yang akan menjadi pekerjaan lulusan di masa mendatang.
Kedepannya diharapkan bisa menjalin kerjasama antara Yayasan Pangeran Antasari dengan Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah dengan menjadikan Guru dan Siswa di SMK Swasta Pangeran Antasari dapat berkolaborasi dengan Dosen Fakultas Pertanian, untuk mendapatkan pendampingan dalam penciptaan produk usaha yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.(Leni Handayani)

