Jakarta, Matawaktu.co.id – 10 hari Operasi Lilin 2024 Laka Lantas Menurun 17%, dan tingkat kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia menurun 4%, hal ini disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol Aan Suhanan saat Kegiatan Penutupan Posko Operasi Lilin Tahun 2024, Kamis 2 Januari 2025.
Brigjen Pol Aan Suhanan juga menjelaskan bahwa kecelakaan didominasi kendaraan roda dua sebanyak 76% kecelakaan, Dari Jenis kelamin yang menjadi korban kecelakaan didominasi 69% laki-laki, sehingga dapat menimbukan adanya potensi kemiskinan didalam keluarga bila yang meninggal merupakan tulang punggung keluarga. Data didorong dari usia korban kecelakaan masih di tingkat produktif. Di mana usia korban terbanyak pada korban kecelakanan antara usia 17 – 21 tahun.
Selain tingkat kelelahan dalam berkendaraan, faktor kecelakaan lainnya adalah jarak pandang yang sulit, berhenti tiba-tiba, hingga lalu lintas yang padat. Pada sistem Polri kedepannya akan di Integrasikan pada proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) disetiap kepemilikan Sim akan mendapatkan poin 12 selama satu tahunnya. Dari 12 poin akan berkurang apabila si pemiliki SIM melakukan tindakan kesalahan dalam berlalu lintas. Masing-masing akan dibagi dalam beberapa jenjang kesalahan. Sebagai contoh bila melakukan kesalahan ringan dalam berkendaraan akan mengurangin 1 Poin, Bila Sedang 3 poin dan Bila Berat akan mengurangin 5 Poin. Apabila sampai menimbulkan kecelakaan hingga meninggal dunia akan mengurangi 12 Poin. Dan apabila melakukan tabrak lari maka SIM akan dicabut.
Penurunan Laka Lantas 2024 merupakan hasil proses dari lima Operasi Kepolisian selama satu tahun ini, sebagaiman yang disampaikan Brigjen Pol Aan Suhanan, selama tahun 2024 Kepolisian menggelar Operasi Keselamatan, Operasi Ketupat, Oparasi Patuh, Operasi Zebra, Operasi Lilin. Yang dapat digunakan kembali sebagai panduan pada tahun-tahun berikutnya. (Zulkifli)

