Medan, Matawaktu – Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMK Al Washliyah 3 Medan. PKM merupakan salah satu kegiatan dari Tri Darma Perguruan tinggi yang dilakukan oleh Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara ( UMN) Al Washliyah Medan sebagai bentuk darma bakti Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Dosen, sebagai wadah transfer pengetahuan positif bagi masyarakat.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen (PKM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muslim Nusnatara (UMN) Al washliyah Medan. Pengabdian ini berjudul “ PKM Pembuatan Puzzel Bergambar Berbasis Budaya Di SMK Al Washliyah 3 Swasta Medan”, yang dilaksanakan pada Rabu, 01 November 2023 bertempat di aula serbaguna SMK Al Washliyah 3 Swasta Medan.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk menjadikan Picture Puzzel bertema Budaya dijadikan sarana atau media pembelajaran. Dalam era digital ini, metode pembelajaran semakin beragam dan inovatif, termasuk di dalamnya adalah penggunaan media puzzle sebagai alat pembelajaran bagi peserta didik. Selain sebagai media pengintegarasian budaya dalam pembelajaran khususnya di SMK Al Washliyah 3 Swasta Medan adalah salah satu cara memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia yang hampir punah serta di tinggalkan oleh anak – anak zaman sekarang. Media puzzle, seperti puzzle bergambar atau teka-teki silang, telah terbukti tidak hanya meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak-anak, tetapi juga mendorong perkembangan kreativitas dan kerjasama mereka.
Menurut Irham Habibi Harahap, S.Pd., M.Pd “Puzzel bergambar ini juga dapat dijadikan salah satu keterampilan dari Peserta didik SMK Al Washliyah 3 Swasta Medan yang dapat bernilai jual dan dapat di usulkan Hak Cipta dari karya yang meraka hasilkan.
Pembelajaran dengan menggunakan media puzzle memberikan beberapa manfaat utama. Pertama, melalui pemecahan masalah yang terkandung dalam setiap potongan puzzle, peserta didik belajar untuk berpikir analitis dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Proses merangkai bagian-bagian puzzle yang saling terkait juga membantu memperbaiki kemampuan spasial mereka, yang berkontribusi pada pemahaman mereka terhadap hubungan antara bentuk dan ruang.
Selain itu, media puzzle juga dapat memperkuat kreativitas peserta didik. Saat mereka berusaha mencari solusi untuk menyusun puzzle, mereka dihadapkan pada tantangan untuk berpikir di luar kotak dan melihat kemungkinan kombinasi yang berbeda. Hal ini dapat merangsang imajinasi mereka dan mendorong eksplorasi ide-ide baru.
Tidak hanya itu, penggunaan media puzzle juga dapat mempromosikan kerjasama dan interaksi sosial. Peserta didik dapat belajar bekerja dalam kelompok untuk menyusun puzzle bersama, mengajarkan mereka tentang bagaimana bekerja dalam tim, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencapai tujuan bersama-sama. Ini juga membantu meningkatkan kemampuan komunikasi mereka, karena mereka perlu berdiskusi dan berbagi ide-ide saat mencari solusi bersama.
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan media puzzle dalam pembelajaran haruslah seimbang. Sementara media puzzle dapat memberikan manfaat yang berharga, pendekatan ini sebaiknya dikombinasikan dengan metode pembelajaran lainnya untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif dan beragam.
Secara keseluruhan, penggunaan media puzzle sebagai alat pembelajaran bagi anak-anak memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, kerjasama, dan komunikasi. Dengan menggabungkan pendekatan ini dalam lingkungan pembelajaran, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan berbagai keterampilan yang esensial untuk masa depan mereka.(Zulkifli)









