Medan, Matawaktu.co.id – Dukungan untuk Tokoh Senior PDI Perjuangan ‘Sabam Sirait’ Menjadi Pahlawan Nasional semakin mengalir deras. Para tokoh-tokoh Nasional, Daerah, akademisi, Gebernur Sumut dan Walikota Medan Memberikan dukungan untuk Sabam Sirait.
Sebagai Tokoh Politik di Tujuh Zaman Presiden Indonesia, Sabam Sirait memilik cerita tersendiri, memberikan warna politik santun. Karakter Sabam Sirait ini membuat banyaknya dukungan mengalir.
RE Nainggolan sebagai Ketua Umum Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional. Pengusulan nama Sabam Sirait menjadi pahlawan nasional ditegaskan RE Nainggolan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan keluarga. “Ini muncul dari hati kami paling dalam,” ujarnya.
Menurutnya, dengan konsistensi dan integritas Sabam Sirait terus berjuang bagi demokrasi di Indonesia., sehingga Sabam layak mendapat gelar pahlawan demokrasi.
Seminar Nasional Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawan Nasional Indonesia tahun 2022 di Gedung Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan, Selasa (8/2). Menjadi Bukti dari Akademisi Sumatera Utara Untuk Mendukung Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional. Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumatera Utara Dr Suprayitno, M.Hum berpendapat, Kiprah politik Sabam Sirait dimulai dari sekjen Parkindo sampai dengan sekjen PDI dan memberikan banyak sumbangsih pemikiran terhadap Partai PDI Perjuangan.
Dr Suprayitno yakin dalam perjalanan hidup orang-orang hebat, kisah atau perjalanan hidup di masa kecil adalah bagian penting membentuk atau memberikan karakter terhadap orang tersebut.
“Masa-masa kehidupanya di Medan juga menempah Sabam Sirait menjadi seorang cerdas dan optimis memandang masa depan. Datang dari kota Satelit seperti Siantar dan menimbah ilmu di kota besar Medan pada tahun 1950-an jelas memberikan pengalaman luar biasa terutama tentang politik,” di depan seminar yang dihadiri Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani, dan Gubernur Sumut yang diwakili oleh Kaban Kesbanglinmas Provsu Safruddin.
Turut hadir di seminar tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution via zoom, Ketua MUI Medan Prof M. Hatta yang juga penasehat panitia, DR Abdul Syukur, Akademisi Prof DR Robert Sibarani, pengamat media J. Anto, dan lainnya.
Dr Suprayitno mengatakan fase kehidupan Sabam Sirait ketika ia anak-anak sampai dengan remaja di Siantar dan di Medan adalah satu bagian kehidupan penting yang membentuk jiwa dan karakter Sabam Sirait menjadi seorang Nasionalis.
“Masa-masa sulit kehidupan Sabam ketika perang revolusi kemerdekaan di Siantar memberikan Sabam arti pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, terutama ketika melihat pengorbanan para pejuang dalam upaya memerdekakan bangsa Indonesia, yang seketika mematri di dalam jiwa dan pikirannya bahwa ia adalah seorang yang seharusnya mencintai bangsannya menjadi seorang republiken, menjadi seorang yang nasionalis,” katanya.

Menurut Dr Suprayitno, bagian kehidupan remaja Sabam Sirait ketika di Medan juga merupakan hal penting dalam membentuk Sabam Sirait dimasa mendatang sebagai politikus besar di negeri ini.
Perkenalannya ke dunia politik dengan dimentori oleh pamannya seorang tokoh politik Sumatra Utara ia dapatkan di Medan dan menjadi bekal penting untuk Seorang Sabam.
Kecerdasan dan keberaniannya mengutarakan pendapat ketika berbicara di depan umum memang satu hal yang menonjol dan diakui oleh teman-teman semasa remajanya dan semua ini terus ia asa ketika berpindah ke Jakarta untuk melajutkan kuliah.
“Jiwa nasionalisme Sabam Sirait adalah gen yang diturunkan oleh sang ayah. F.H.Sirait semasa muda memang seorang aktivis pergerakan di wilayah Tapanuli dan Simalungun. Fridrik dikenal sebagai salah satu penggerak awal Persatuan Christien Indonesia (Perci) yang didirikan Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang,” Katanya.(Dodi Kurniawan)

