Medan, Matawaktu.co.id – Literasi keuangan merujuk tentang kemampuan atau keterampilan orang maupun organisasi dalam mengelola keuangan yang dimilikinya, literasi keuangan adalah pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu terkait ekonomi dan nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan guna mengelola keuangan yang dimiliki. Mesjid sebagai organisasi nirlaba mesjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi lebih jauh juga memiliki fungsi sosial sebagai pusat interaksi masyarakat dan juga fungsi pendidikan sebagai tempat belajar keislaman dan keilmuan. Fungsi masjid harus dimaknai dalam berbagai dimensi,seperti sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi umat,seperti penyenggara baitul mal, unit pelayanan zakat, infak dan shodaqah. Masjid menyimpan potensi yang sangat besar jika digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan umat, peran dan fungsi masjid bagi kesejahteraan umat membutuhkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Hal ini disebabkan sebagai organisasi nirlaba masjid sebagai entitas yang menurut akuntansi  yang semua aktivitasnya harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

Masjid mengelola dan menggunakan dana  bersumber dari masyarakat sebagai sumber keuangannya baik dalam bentuk sumbangan, sedekah, infaq, zakat, waqaf dan  lainnya. Oleh karena itu transparansi dan akuntabilitas menjadi kata kunci bagi masjid untuk dapat bertahan dan memaksimalkan perannya pada domain sosial budaya. Untuk menyahuti inilah pengelolaan keuangan masjid diperlukan, eksistensi pengurus masjid yang memiliki literasi keuangan sangat dibutuhkan sehingga dengan pengetahuan literasi keuangan memudahkan dalam pengambilan keputusan tentang pembangunan dan pemberdayaan pengelolaan masjid. Literasi keuangan yang dimiliki oleh pengurus dan penyajian laporan keuangan yang akuntabel merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mengurangi asymmetri informasi antara pengurus masjid dan masyarakat disekitarnya.

Menyahuti hal tersebut diatas dalam meningkatkan pengetahuan dan literasi keuangan pengurus masjid khususnya menjabarkan tentang penyusunan laporan keuangan masjid mempedomani akuntansi yakni PSAK 112 tentang waqaf, PSAK 101 tentang laporan keuangan, ISAK 35 sebagai pengganti PSAK 45 tentang pelaporan keuangan organisasi nirlaba yang mana masjid merupakan organisasi nirlaba, untuk itu kami tim dosen dari program studi Akuntansi dan pendidkan ekonomi bersama mahasiswa pada Minggu 13 November 2022 melaksanakan pengabdian masyarakat di Forum Silaturahmi (Fosil) Badan Kemakmuran Mesjid Kecamatan Medan Tembung. Fosil merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam wadah silaturahmi antar BKM yang ada di kecamatan Medan Tembung,  yang beralamat di jalan Bayangkara No. 411 Kelurahan Indra Kasih Medan tembung, tepatnya berada di Masjid Al Imam Indra kasih.

terdiri dari Rosmawati Harahap, M.Pd.,Ph.D, Yayuk Putri Rahayu, S.Si.,M.Si, Prof. Dr. Risnawati, M.Hum, Dr. Yulia Arfanti, M.Hum, Apt. Dra. D. Elysa Putri Mambang, M.Si, Dr (C) Burhanuddin Butar butar, SM., SE., S.Pd., ME, dan Dr Alistraja Dison Silalahi, SE., M.Si

Terdiri dari ibu ibu pengajian dan BKM Masjid Al Iman

Foto Bersama : Tim Pengabdian Masyarakat bersama pengurus Fosil Kecamatan Medan Tembung dan pengurus BKM Al Iman Jalan Bhayangkara No. 411

Dalam acara pelaksanaan pengabdian masyarakat dihadiri oleh Pengurus Forum Silaturahmi BKM Kecamatan Medan Tembung Bapak Dedy Sumarno, Ketua BKM Al Iman Bapak H. Abd. Hakim Siregar, M.Hum, tim pengajian ibu- ibu masjid Al Iman, mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Ekonomi dan masyarakat di sekita masjid. Dalam sambutan Ketua Fosil Kecamatan Medan Tembung menyambut sangat baik pelaksanaan pengabdian ini khususnya peningkatan literasi keuangan yang terkait dengan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, informasi akuntansi dan laporan keuangan yang dihasilkan akan memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Abd Hakim Siregar selaku ketua BKM Al Iman agar pelaksanaan pengabdian ini berkelanjutan sehingga memberikan kebermanfaatan bagi masjid dan masyarakat terutama pembekalan keilmuan dalam menyusun laporan keuangan. Dalam akhir sambutan beliau berharap agar pengurus BKM Al Iman dan pengurus Fosil diberikan pelatihan dalam penyusunan laporan keuangan, apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak (software) sudah tidak asing lagi.

Sebagai Ketua pelaksana pengabdian Bapak Alistraja Dison Silalahi, didampingi Ibu Sri Wardany, Ibu Cita Ayni Putri Silalahi dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi program studi akuntansi yakni Riska Ananda Putri, Vivi Nadila, Ummi Kalsum Nasution mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar. Ucapan terimakasih khusus kepada Bapak Ketua BKM Masjid Al Iman, Bapak Ketua Fosil BKM Kecamatan Medan Tembung atas dukungan moral dan sritual sehingga acara pengabdian ini dapat terselenggara.(Alistraja Dison Silalahi, Sri Wardany, Cita Ayni Putri Silalahi,Riska Ananda Putri, Vivi Nadila, Ummi Kalsum Nasution)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *